Pages

Kamis, 30 September 2010

ANEKA SUP

Tom Yang Khung (Sup Udang Thai)




BAHAN :
1.250 ml kaldu ikan
1 iris lengkuas, dimemarkan
3 tangkai serai, dipotong miring
2 tangkai akar ketumbar, dimemarkan
5 lembar daun jeruk, buang batang kerasnya
15 buah cabai rawit, dimemarkan
600 gram udang, buang kepalanya
300 gram jamur merang, potong 2
7 sendok makan kecap ikan
5 sendok makan air jeruk lemon
2 tangkai daun ketumbar


BAHAN PASTA CABAI:
5 buah cabai merah
2 sendok makan minyak goreng

CARA MEMBUAT :
1.Rebus kaldu, lengkuas, serai, akar ketumbar, daun jeruk. Setelah mendidih, tambahkan cabai
rawit, kecap ikan, air jeruk, daun ketumbar.
2.Biarkan sebentar lalu masukkan udang, jamur merang, dan pasta cabai. Hidangkan panas. Pasta
cabai: tumis cabai merah hingga layu lalu haluskan.

Untuk 10 porsi



* sumber (aneka sup)
-------------------------------------------------------------------------------------------------

Sup Putih Telur




Bahan :
500 cc putih telur
200 gr fillet ayam, iris dadu 1 cm
100 gr sawi hijau, potong 4 cm
1 liter air
3 siung bawang putih, memarkan
1 sdm minyak untuk menumis
1/4 sdt merica bubuk
1/8 sdt pala butir
1 sdt kaldu bubuk
garam secukupnya
1 batang daun bawang, potong serong

Cara Membuat :
1. Taruh putih telur dalam pinggan, kukus hingga mengeras dan matang, angkat, dinginkan.
2. Potong-potong putih telur 2 x 2 x 2 cm, sisihkan.
3. Panaskan minyak, tumis bawang putih sebentar, angkat.
4. Didihkan air, masukkan bawang putih, daging ayam, merica bubuk, pala bubuk, kaldu bubuk, dan garam, masak hingga daging ayam matang.
5. Masukkan sawi hijau, putih telur, dan daun bawang, aduk rata. Masak hingga kuah mendidih dan matang, angkat.

Untuk: 4 porsi
Sumber : Nova


-------------------------------------------------------------------------------------------------



Sup Pangsit Ayam


Bahan-Bahan :
250 gram tulang ayam
1750 ml air
2 batang daun bawang
1 1/4 sendok makan angciu
100 gram daging ayam
1 sendok makan rebung
1/2 sendok teh jahe parut
1 1/2 sendok teh garam
1/4 sendok teh merica bubuk
1 kaleng jamur kancing
irisan jahe secukupnya
kulit pangsit secukupnya

Cara Mengolah :
Rebus dan didihkan tulang ayam, air, irisan jahe, 1 batang daun bawang (dirajang), 1 sendok teh garam, dan 1 sendok makan angciu. Ambil kaldunya sebanyak 1 1/2 liter, sisihkan.
Haluskan daging ayam (dicincang), 1 batang daun bawang, rebung, jahe parut, 1/4 sendok makan angciu, 1/2 sendok teh garam, dan 1/4 sendok teh merica bubuk, sisihkan.
Untuk membuat pangsit, letakkan 1 lembar kulit pangsit, letakkan satu lembar daun ketumbar, 1 iris jahe, dan 1 sendok teh penuh adonan isi. Lipat miring dan rekatkan dengan air. Rebus pangsit dalam air mendidih hingga matang
Sajikan pangsit dan 120 gram jamur kancing matang dalam wadah mangkuk, siram dengan kuah kaldu dan taburi dengan irisan daun bawang.


-------------------------------------------------------------------------------------------------


Sup Tomat


Bahan:
200 gr tomat, rendam air panas, kuliti
150 gr gluten, rebus, potong dadu 1 cm
50 gr kacang polong
50 gr jagung pipil
75 gr wortel, bentuk bunga
1 sdm pasta tomat
2 sdm saus tomat
1 cm jahe, cincang
500 ml kaldu vegetarian
1/4 sdt lada
1/2 sdt garam
2 sdt tepung maizena, larutkan
1 btg seledri, cincang
1 sdm margarin untuk menumis

Bahan kaldu vegetarian:
200 gr bengkuang, kupas, potong 6 bagian
200 gr wortel, kupas, potong 4 bagian
2 btg daun seledri, potong 2 bagian
2 bh jagung manis utuh, potong 3 bagian
1/2 sdt lada
1 sdt garam
600 ml air

Cara membuat:
1. Buat kaldu vegetarian: rebus air bersama bengkuang, wortel, daun seledri, jagung manis, lada dan garam, masak dengan api kecil selama 30 menit, angkat, saring.
2. Rendam tomat dalam air panas, diamkan sebentar, buang kulit ari dan isinya, potong tomat sebesar dadu 1 cm, sisihkan.
3. Panaskan margarin, tumis jahe hingga harum, tuang kaldu, garam, lada, aduk, masak hingga mendidih, angkat, saring.
4. Panaskan kembali kaldu, masukkan tomat, pasta tomat, saus tomat, gluten, kacang polong, jagung pipil, wortel, seledri, lada dan garam, masak hingga mendidih. Tuang larutan maizena, aduk, didihkan, angkat.

Untuk 6 orang.


-------------------------------------------------------------------------------------------------



Sup Kuping



Bahan :
250 gr daging ayam/sapi cincang halus
2 sendok makan tepung sagu tani/maizena
1 butir putih telur
garam, merica secukupnya
1 sm bawang putih goreng di haluskan
1 sendok makan minyak goreng
2 siung bawang putih, di memarkan
1000 cc kaldu ayam
2 batang daun bawang, di potong 2 cm
2 batang seledri, di potong 2 cm
2 batang wortel di iris 1/2 cm
50 gram kapri atau sawi atau sayur hijau lainnya
3 lbr daging asap, iris halus (optional)

Bahan kulit :
2 butir telur ayam
1/2 sendok makan tepung terigu
30 cc air
sedikit garam

Cara olah :
1. Buat kulit, campur pertama kali garam, terigu dan air, aduk searah agar tidak mringkil, tambahkan 2 butir telur, aduk sampai rata.
2. Dadar dengan wajan teflon menjadi 4 buah dadar.
3.Campur jadi satu, daging ayam/sapi, tepung, putih telur, garam
dan merica, bawang putih goreng halus, aduk sampai rata.
4. Bagi adonan jadi 4 sama banyak, masing masing bagian
di oleskan dengan tebal merata pada tiap lembar kulit, gulung rapi, bungkus dengan aluminum foil atau plastik tahan panas.
5. kukus selama 20 menit. setelah matang, iris menyerong setebal 1 cm.
6. Didihkan kaldu, bubuhkan garam dan merica.
7. tumis bawang putih memar dengan sedikit minyak sampai kuning dan harum, masukkan pada kaldu beserta minyaknya.
8. Masukkan wortel dan sawi. Matikan segera setelah wortel dan sawi matang. masukkan daun bawang dan sledri.
9. Masukkan potongan ‘kuping’ saat sup akan di sajikan, taburi daging asap.

-------------------------------------------------------------------------------------------------


Sop Buntut Sapi (1)


Bahan :
* Buntut Sapi ½ kg
* WORTEL 6 bh, potong * 3 cm belah dua memanjang
* Kentang 3 bh, potong dadu
* Daun Seledri cincang halus
* Irisan Bawang Merah goreng
* Mentega 3 sdm

Bumbu :
* 3 siung bawang putih
* Lada butir sesuai selera
* Biji Pala * 1 cm
* Garam secukupnya
* Penyedap rasa secukupnya
* Gula pasir 1 sdt
* Kayu Manis 1 cm
* Cengkeh 5 bh

Cara Membuat :
1. Rebus buntut sapi selama + 1 jam atau sampai daging agak empuk.
2. Haluskan bawang putih, lada, biji pala dan garam lalu goring dalam mentega
3. Masukan cengkeh dan kayu manis, setelah harum angkat lalu masukan pada rebusan buntut sapi.
4. Masukan wortel dan kentang, rebus sampai matang
5. Masukan daun seledri, penyedap rasa dan gula
6. Aduk rata, matikan api dan taburi dengan bawang merah goreng


-------------------------------------------------------------------------------------------------

Sop Buntut Sapi (2)

Bahan :
* 1 kg buntut sapi
* 1.5 ltr air
* 250 gr kentang, potong-potong
* 300 gr wortel, potong-potong
* 3 batang seledri, ikat

Bumbu halus :
* 5 butir bawang putih, bakar dengan kulitnya
* 10 butir bawang merah, bakar dengan kulitnya

Rempah-rempah :
* 1 sdt merica bubuk
* 1 butir biji pala
* 5 butir cengkeh
* 4 cm jahe, belah dan memarkan
* 2 butir bawang putih, bakar dengan kulitnya dan memarkan
* Garam dan penyedap rasa sesuai selera

Taburan & Pelengkap :
* 2 sdm irisan seledri
* 1 sdm irisan daun bawang
* 2 sdm bawang putih goreng, remas
* 2 buah tomat, potong-potong
* Irisan jeruk nipis/limau
* Sambal rawit hijau
* Emping goreng
* Acar ketimun wortel
* Kecap manis

Cara Membuat :
1. Rebus buntut dalam air mendidih sampai airnya mendidih kembali. Buang air rebusan tsb, masukan 1,5 lt air mendidih dan rempah-rempah, masak dengan api kecil sampai buntut empuk. Kalau menggunakan panci tekan cukup 30 menit.
2. Tumis bumbu halus hingga harum, masukkan wortel dan kentang. Tambahkan air rebusan buntut, masak sampai mendidih, tuang ke dalam rebusan buntut dan tambahkan seledri ikat. Masak terus sampai wortel dan kentang matang.
3. PENYAJIAN: Taruh sop dalam mangkok, tambahkan potongan tomat, seledri, daun bawang, bawang putih goreng, air jeruk nipis/limau dan kecap. Sajikan bersama emping goreng, acar dan sambal.



* sumber (resepmasakanindonesia)
-------------------------------------------------------------------------------------------------

inforesep sop iga Resep Sop Iga

Sop Iga cocok dibuat untuk sarapan…

Resep Bahan Sop Iga :

  • iga 1 kg, bersihkan dan potong-potong
  • air secukupnya
  • wortel 100 gram, kupas, potong sesuai selera, rebus
  • kentang 100 gram, kupas, potong sesuai selera, rebus
  • bunga kol 100 gram, potong perkuntum, rebus
  • tomat 50 gram, potong dadu kecil
  • bawang daun 30 gram iris tipis

Resep Bumbu Sop Iga :

  • seledri 10 gram, iris tipis
  • bawang merah 15 gram, iris tipis
  • bawang putih 25 gram, iris tipis
  • bawang bombay 15 gram, iris tipis
  • garam 50 gram
  • kaldu ayam bubuk 2 sendok teh
  • merica bubuk 15 gram
  • pala 10 gram
  • gula pasir 10 gram

Cara Membuat Sop Iga :

  1. Panaskan air hingga mendidih.
  2. Masukkan iga, rebus hingga iga lunak.
  3. Secara terpisah, didihkan air hingga mendidih. Masukkan semua bumbu, didihkan.
  4. Tambahkan iga beserta kaldunya, masak hingga bumbu meresap dan kuah menyusut.
  5. Atur sayur dalam mangkuk saji, tambahkan iga beserta kuahnya. Sajikan dengan tomat dan bawang daun.

Untuk 4 porsi

* sumber (inforesep)

Selamat mencoba

Rabu, 29 September 2010

asosiasi franchise indonesia







Dilandasi oleh kesadaran dan tugas serta tanggung jawab bersama, berniat mempersatukan diri dalam satu-satunya wadah organisasi pada tingkat Nasional serta merupakan forum kerjasama demi meningkatkan dan mengembangkan potensi dalam menjadikan dirinya sebagai mitra Pemerintah, maupun sektor swasta lain maka sejumlah Pengusaha Perusahaan Franchise (Franchisor) yaitu :
PT. Trim's Mustika Citra, Es Teler 77, Widyaloka, Nilasari dan Homes 21 mewakili Franchisor di Indonesia pada tanggal 22 November 1991 telah bersepakat mendirikan satu-satunya wadah Organisasi Perusahaan Franchise (Franchisor) di Indonesia yang diberi nama Asosiasi Franchise Indonesia (AFI). * sumber (franchiseindonesia)

Sebelum didirikannya AFI, para pencetus ide ini telah melakukan koordinasi dengan Departemen Perindustrian Dan Perdagangan Republik Indonesia, ILO (International Labour Organization), dan Lembaga Manajemen IPPM.



DIREKTORI FRANCHISING INDONESIA
Dapatkan Buku Direktori Franchise Indonesia
Jasa Pendidikan, Agen Perjalanan, Bengkel Mobil, Warung Kopi, Mini Market, Studio Photo, Stationary, Furniture, Restoran, Binatu.

Sekretariat AFI
Jl. Darmawangsa X/A 19 Kebayoran Baru, Jakarta 12150, Indonesia
Tlp. 62.21.739 5577, 723 4761 Fax. 62.21.723 4761
Email : info@franchiseindonesia.org - sukandar@indo.net.id

TEMPATNYA JAJANAN ENAK


Jajanan kuliner – nasi langgi – food court Sumarecon Gading Serpong

Makan yang tidak terlalu berlemak enak nya makan nasi langgi ciri khas Jawa Tengah. Daripada jauh-jauh ke Jawa Tengah di Java Kitchen food court Sumarecon Gading Serpong ada lho. Enak lagi jajanan kuliner nasi langgi ini.
Ada sambel goreng ati nya, ada kentang nya, ada empal sapi yang empuk. Pokok nya enak deh. Cobain di sini.
Cukup rame, apalagi waktunya berbuka puasa, pasti nggak kebagian tempat duduk.
Enak tenan nasi langgi nya, pakai kerupuk udang. Tambah mantap dengan sambel goreng yang lumayan pedas.
Membuat selera makanku jadi nikmat. Nggak salah deh cobain jajanan kuliner nasi langgi di food court Sumarecon Gading Serpong Tangerang. Kalo sudah nyobain jajanan kuliner nasi langgi ini jangan bilang-bilang ya. * sumber (jajanankuliner.com/)




Hari sabtu tanggal 21 Agustus 2010, coba ah cari udara segar ke Bandung – Lembang sambil berwisata kuliner. Berangat jam 06.00 pagi enak juga sepi puasa-puasa begini. Dari perjalanan BSD Tangerang ke arah Cikampek benar-benar legang. Sampai di Bandung memasuki tol pasteur kira-kira pukul 09.25.

Langsung ke arah Lembang lewat Jl. Setia Budi. Lembang yang biasa macet hari itu lancar tiada hambatan.
Akhirnya sampai juga di Lembang pukul 11.00. Dari pada jauh-jauh nginap di mana kami memutuskan menginap di Hotel Budi Makmur. Akhirnya kami beristirahat sampai magrib. Perut terasa lapar, udara yang makin dingin membuat perut makin keroncongan. Enak nya makan yang berkuah. Akhirnya kami mencari makanan ke arah Bandung dekat dengan Teropong Bintang Bosca. Di situ ada soto kesukaan saya yaitu soto bangkong.
Kami berempat menjadi kenyang dengan jajanan kuliner kali ini. Padahal kalo saya pribadi kepengen soto bangkong, harus ke Semarang Jawa Tengah. Jajanan soto bangkong di sini sama enak nya seperti di Semarang.
Enak tenan. Puas tenan…. dengan jajanan kuliner soto bangkong Lembang. Cobain deh jajanan kuliner di Lembang ini. Mantap ada sate kerang nya ada tempe goreng garing nya. Pokok nya mantap. Nggak terlalu mahal lagi. Murah meriah.
Kalo nggak percaya cobain sendiri jajanan kuliner soto bangkong Lembang. Pasti puas dan enak tenan.



Hari ini lagi pengen makan mie yang ada kuahnya pengen hangat-hangat di perut, enaknya makan mie kuah. Kalo ada mie kuah yang lauknya daging sapi di mana yah. Setelah telpon teman yang tinggal di Gading Serpong Tangerang, kata temen ada di Mall Sumarecon pintu Utara sebelah kanan ada Restoran “Jia Noodle”. Dua puluh menit kemudian aku sampai ke Mall Sumarecon. Langsung aku parkir mobil ke sebelah utara dekat Salsa. Karena perut cukup lapar aku pesan Beef Stewed White Noodle. Cukup besar juga porsinya menurut saya. Harganya dibandrol Rp. 23 ribu. Memang enak juga jajanan di Jia Noodle. Puas juga makan mie kuah. Cobain deh jajanan enak mie Jia. Jajanan enak yang perlu anda pilih. Apalagi sekarang sedang musim hujan rasanya jajanan enak mie Jia cukup menjadi pilihan bersama keluarga. Jajanan enak Jia Noodle dijamin Halal, Cabangnya ada juga di Malaysia, Singapore.



Berburu jajanan enak di Semarang memang seru dan menyenangkan. Karena hari ini kepengen es duren, menunggu waktu sampai malam rasanya lama sekali. Karena kepengen makan es duren ala Cong Lik di dekat Simpang Lima di Semarang akhirnya tiba juga. Setelah Magrib aku menuju ke jalan K.H. Ahmad Dahlan tepatnya dekat rumah sakit Telogorjo Semarang. Tidak begitu ramai waktu aku kesana. Mungkin baru buka dasaran.

Jajanan enak es puter Cong Lik aku pesan, seperti keinginanku aku pesan es puter rasa duren satu dan es puter rasa coklat satu. Sebetulnya ada beberapa rasa yaitu : es puter rasa duren, es puter rasa kelapa muda, es puter rasa coklat, es puter rasa leci, es puter rasa blewah, dan apabila anda panas dalam anda bisa menambahkan buah siwalan. Biasanya apabila ada acara perkawinan atau arisan dll, jajanan enak yang satu ini perlu dipertimbangkan. Bisa membikin suasana meriah dengan es durennya.



Pulang ke Jakarta rasanya tidak enak kalau tidak membawa apa-apa, apalagi cirikhas dari Semarang wingko babat dan bandeng presto. Dulu wingko babat yang merk nya ada keretanya terkenal, lokasinya di dekat stasiun Tawang. Tapi karena lokasinya sering banjir jadi aku lebih suka tempat yang di jalan Pandanaran, namanya Bandeng Juwana Jl. Pandanaran No. 57 Semarang. Telp : 024 – 8311488

Jajanan enak kali ini wingko babat ada rasa kelapa muda, ada rasa nangka, ada rasa coklat, ada rasa duren, ada rasa aren dan ada rasa coklat chip. Semuanya enak dengan cirikhas yang agak gosong ada kelapanya. Enak bener jajanan enak kali ini. Aku memilih yang rasa campur harganya Rp. 43.500,- / kotak isi 20 pcs. Lumayan lah buat oleh-oleh. Bandeng prestonya juga aku beli disitu.



Selesai seminar di Semarang, aku tidur di hotel di jalan Plampitan. Lumayan hotelnya bersih, ada air panasnya, bed nya ada dua. suasana sepi. Enaklah untuk istirahat. Pagi-pagi sekali aku bangun setelah gosok gigi, mandi perut terasa lapar. Enaknya mencari kuliner di Semarang nih. Ada tiga alternatif 3 pilihan yaitu : nasi pecel, nasi ayam simpang lima/nasi liwet dan jajanan enak soto ayam bokoran. Sudah lama sekali aku nggak merasakan hangatnya soto cirikhas Semarang. Akhirnya aku bersama temanku memanggil becak. Bang tolong antarkan aku ke Soto Ayam Bokoran.

Setelah sampai aku turun dari becak dan langsung pesan soto dua porsi, tentunya satu buat aku dan satu lagi buat temanku. Sate kerangnya masih ketara banget cirikhas Semarang. Tempe gorengnya garing banget. Aduh enak banget soto ayam Bokoran. Panas-panas membuat perutku hangat. Enak buuaangettt. Cobain deh teman-teman soto ayam Bokoran. Pasti nambah jadi dua porsi kayak aku. Keinginanku makan soto ayam Bokoran sudah tercapai.



Pengen anget-anget, jajanan enak apa ya? Enaknya cobain wedang kacang tanah, di Kapuran Semarang. Setelah menunggu taxi selama sepuluh menit akhirnya aku dan teman aku naik taxi ke arah jalan Kapuran. Setelah lima belas menit sampailah aku di tempat jajanan enak wedang kacang tanah Kapuran. Ada siomay, ada risoles, ada tempe dan tahu bacem, ada martabak kecil yang digoreng dll. Bu aku pesan dua.

Aduh rasanya enak banget. Mungkin udah satu tahun nggak ngerasain wedang kacang tanah jadi nikmat banget. Kacang tanah yang kelihatan utuh setelah sampai di mulut langsung hancur. pulen. Enak tenan.

Nikmat bener rasanya setelah menghabiskan satu mangkok wedang kacang tanah Kapuran ini. Teman aku yang dari pulau Bangka pertamanya tidak tahu ini wedang apaan. Setelah cobain wedang kacang tanah itu Dia bilang aneh ya kacangnya utuh setelah di lidah langsung menjadi hancur. Kata teman aku jajanan wedang kacang tanah ini enak buuaaanget.



Tempatnya jajanan enak di Semarang

Lumpia Semarang

* Lumpia Express

Jl. Gajahmada No.142 a sebelah Hotel Telomoyo

buka jam 05.00 – 22.00


Swike

Jajanan Kuliner Swike di Bandung

Jajanan Kuliner Swike

* Swike Waled

Jl. Raya Gebang Kulon No,216 Cirebon -Tegal KM 20

Setelah tol Kanci sebelum pasar Gebang Cirebon

swike-waledkodokkecapdsc026301




tahu-pong11 tahu-pong21


Jajanan kuliner Tahu Pong Semarang

* Tahu Pong Semarang

Jl. Gajahmada 63 B Semarang


Cinta Indonesia, Cinta Jajanan Tradisional

UPAYA memopulerkan kue tradisional Indonesia di mata dunia dapat ditempuh melalui promosi dan kreasi produk yang inovatif. Inovasi apa saja yang sudah dibuat?

Pagi hari jalan-jalan beli kue serabi. Siang hari jajan kue cubit yang dijajakan abang-abang di gerobak. Sore hari, saat hujan, menyeruput secangkir kopi sambil mengudap gurihnya rengginang dan jadah bakar nan hangat mengepul. Berlanjut malam hari, saatnya mencaplok kue putu yang aduhai harumnya. * sumber (Cinta Indonesia, Cinta Jajanan Tradisional)

Wah, betapa kaya pilihan jajanan tradisional kita. Sejumlah jajanan pasar lain yang juga masih lestari dari dulu hingga sekarang misalnya nagasari, kelepon, dadar gulung, cucur, apem, dan putri noong. Saking banyaknya, sehari tak akan cukup mencicipi semuanya.

Namun jangan sekadar mencicipi, harus ada kebanggaan dan kemauan untuk melestarikannya. Apalagi dengan kian maraknya jajanan masa kini yang menggiurkan, pamor panganan tradisional bisa meredup jika tidak ada upaya untuk mempertahankannya.

Konsultan bakery dari Asosiasi Bakery Indonesia (ABI), Jahja Angkawidjaja, merasa prihatin dengan banyaknya generasi muda sekarang yang melupakan jajanan pasar. Sebagai contoh, Jahja berkisah, suatu saat dalam sebuah seminar yang banyak dihadiri anak muda disebar angket yang bertujuan mengetahui komentar atas snack yang disajikan untuk konsumsi peserta seminar.

"Salah satu angket ada yang isinya mengkritik. Katanya, lain kali dalam seminar seperti ini jangan berikan makanan yang dibungkus daun. Lho, daun kan jauh lebih aman dibanding styrofoam atau plastik, tapi kok dianggap tidak layak? Persepsi seperti inilah yang harus diselaraskan kembali," ujarnya.

Sejumlah camilan maupun makanan berat Indonesia memang banyak yang dibalut daun atau disajikan dengan alas daun, semisal daun pisang, daun jati, dan daun pandan. Sebut saja nagasari, lemper, apang coe, bobengka, dan tapai ketan. Sementara dari jenis nasi dan lauk contohnya adalah nasi lengko, sega jamblang, serta aneka pepes dan pecel.

"Makanan asli Indonesia jauh lebih menyehatkan selama dibuat dengan bahan alami. Makan nasi panas dengan alas daun aromanya akan lebih meresap. Kue lemper juga ada tambahan cita rasa alami dari daun pembungkusnya," tutur Jahja.

Kue tradisional Indonesia amat bervariasi dan beberapa di antaranya memiliki kemiripan dengan kue asal negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand. Oleh karenanya, Jahja optimistis kue tradisional Indonesia mampu menyentuh pasar yang luas dan diminati di luar negeri.

Lantas, upaya apa saja yang bisa dilakukan agar jajanan Nusantara lebih mendunia?

Ketua Asosiasi Bakery Indonesia (ABI) Ramelan Hidayat menekankan pentingnya promosi dan inovasi produk. "Supaya bisa bersaing dengan produk luar, semua pelaku usaha harus bersama-sama memperkenalkan produk jajanan kita yang sebenarnya juga banyak disukai orang asing," sarannya.

Dalam inovasi, kreativitas juga tak kalah penting. Dengan tetap mempertahankan cita rasa aslinya, kue tradisional bisa dikemas lebih menarik, bila perlu dipoles dengan warna-warni alami. "Pelanggan juga suka sesuatu yang baru. Dengan begitu, orang mau mencoba karena mungkin agak "aneh", tapi akarnya jangan ditinggalkan," tandas Ramelan.

Bentuk inovasi lain adalah ukuran kue yang dibuat mini. Seperti kita ketahui, kebanyakan jajanan pasar Indonesia terbuat dari bahan mengenyangkan. Dengan ukuran yang lumayan besar, acap kali orang sudah kekenyangan sebelum menghabiskannya. Akibatnya, sisa kue jadi terbuang percuma.

Menurut Jahja, orang dulu kebanyakan memakan kue atau roti, tujuannya memang untuk mengganjal perut sehingga harus memuaskan kenyangnya, bukan sekadar ngemil. Akan tetapi, makin ke sini trennya berubah: makan adalah makan, ngemil adalah ngemil.

"Kue tradisional bisa dibuat dengan ukuran yang cukup untuk dimakan sebagai camilan praktis. Jadi kalau saya lihat, mengubah ukuran kue menjadi lebih mini itu tuntutan zaman. Lagi pula, orang akan lebih senang punya satu tampah berisi aneka makanan kecil daripada satu jenis saja, tapi mengenyangkan," kata Jahja.

Pernyataan Jahja diamini Ramelan. Menurut dia, saat ini dunia bakery juga tak mau ketinggalan dengan tren serbamini. Sejumlah restoran di hotel berbintang di Jakarta juga sudah banyak yang menyediakan aneka kue tradisional mini yang tersaji ala prasmanan.

Warung es Jupe Pacitan ramai

Kedai Jupe. Begitulah nama salah satu warung tenda (warten) di pojok utara alun-alun Pacitan. Kedai yang buka mulai pagi hingga malam itu, terbilang sederhana. Begitu juga menu makanan dan minuman yang tersaji. Seperti es campur, nasi buntel dan aneka makanan ringan lainnya. Namun, sejak dipasang spanduk bertuliskan Kedai Jupe, warten di pusat kota itu kian ramai pengunjung.”Lumayan. Kalau ramai, sehari semalam bisa dapat Rp1juta,”kata Silvia, warga Kelurahan Baleharjo, Pacitan, pemilik warten tersebut, kemarin (6/4). * sumber (Warung es Jupe Pacitan ramai)

Diakuinya, spanduk Kedai Jupe itu baru dipasang tiga hari lalu. Tidak ada kepentingan apa pun terkait nama kedainya selain kepentingan bisnis. Alasannya, sejak nama artis seksi itu ramai diperbincangkan sebagai bakal calon Kepala Daerah Pacitan, Silvia mengaku langsung tertarik. Karena itu, dalam spanduk wartennya selain bertuliskan Kedai Jupe dan menu yang ditawarkan juga ada tulisan I love you pula. Bahkan, ada gambar Jupe mengenakan kacamata.

Ternyata, bukan hanya dia yang menjadi simpatisan pelantun 'belah duren' itu. Tidak sedikit masyarakat lain yang senang. Terbukti, ada sebagian pembeli yang masuk ke kedainya setelah melihat spanduk berukuran 90 cmx3 meter itu.”Terus terang, nama kedai itu membuat warung semakin ramai pengunjung,”imbuh Silvi.

Sementara, sejumlah pembeli yang menikmati es campur atau menu makanan lainnya, mengungkapkan hal yang sama. Awalnya, mereka mengaku penasaran dengan tulisan di spanduk itu.”Saya pikir ada Mbak Jupe di sini,”ujar salah seorang pelajar SMA yang menikmati es campur

ANEKA MAKANAN SEMARANG

Tanpa saya sadari, posting saya tentang Makanan Semarang di milis JalanSutra mendapat traffic yang cukup lumayan, sehingga saya memutuskan untuk menata ulang dan menaruhnya pada halaman khusus di blog saya. Untuk item-item yang belum ada blog entry, tentu saja akan saya pertimbangkan untuk dibuat entry-nya segera (maksudnya kalau pas ada waktu :-D * sumber (aneka makanan semarang)

Makan pagi/siang:

Soto Kudus Mbak Lien di dekat RS Telogorejo; jualnya pagi sampai siang. Kuahnya kental dan sangat gurih, dengan potongan sayur kuchai dan bawang goreng yang banyak. Asesorisnya harus dicoba karena sangat nendang gitu, sate ayam dan kerang yang besar-besar dan mantap, paru goreng yang digoreng crispy.

Soto Selan di Depok. Kuahnya kuning kental dengan tauge. Yang istimewa adalah rempela goreng yang sangat empuk, ayam goreng yang cocok untuk teman makan soto, serta tempe yang digoreng panas-panas (in case tidak panas, Anda bisa minta ke penjualnya untuk versi yang panas :-)

Nasi Goreng Babat Pak Taman di Jl Stadion. Disini kita punya pilihan untuk pesan nasi goreng babat, sebenarnya sih tidak cuman babat, namun masakan ini memang dinamakan demikian. Anda bisa pesan beraneka jerohan sapi, mulai dari babat tebal, babat sumping, iso (usus), paru, dll. Bila Anda kurang suka jerohan sapi, bisa minta diganti daging ayam. Ada juga masakan babat/iso gongso, yang dimasak dalam kuah kecap yang kental. Ada juga emping manis dan kerupuk udang. Minumannya bisa pesan es kelapa muda, sueeger banget.

Asem-asem Koh Liem di Jl Karanganyar benar-benar die-die must try. Disini yang dihidangkan adalah masakan siap saji, namun dengan kecepatan yang sangat tinggi (sang empunya – Koh Liem – sendiri tidak segan-segan turun tangan membantu pelayanan ke konsumen. Masakan yang merupakan menu favorit adalah asem-asem daging (lha wong nama rumahmakannya saja pakai Asem-asem), cumi-cumi/kodok goreng/jerohan ayamnya yang disajikan dengan saus kecap inggris yang lezat.

BTW, mumpung lagi disana, saya sarankan untuk mencoba kue lekker di pintu masuk SMA Loyola (di seberang Koh Liem), nama penjualnya Paimo. Menu andalannya Kue Lekker Telur Sosis, bila Anda suka pedas, minta dikasih sambal yang banyak (but please be carefull, pedes bener boookkk).. yang prefer makanan ringan, pesan saja Kue Lekker Pisang Coklat Keju, mantappp.. harganya agak lebih mahal, tapi kualitas bahan sangatlah bagus (adonan kue yang lebih kental, keju Kraft, dll).

Pada jalan yang sama, Anda bisa mencicipi Rujak Marem Pak Man. Dia menggunakan potongan pisang hijau (dan terkadang belimbing), kacang, dan terasi dalam pembuatan sambalnya. Bisa pesan rujak iris ataupun rujak cacah (buah dipotong sangat tipis dengan alat pasah, dicampur langsung dengan sambal rujak, dan sangat segar).

Lunpia Gang Lombok harus dikunjungi bagi para wisatawan kuliner di Semarang, tapi yang asyik adalah tetangga-tetangganya.. Anda bisa pesan Es Gang Lombok yang sangat segar(menggunakan manisan mangga, cincao, kelapa muda, dll; lalu pesan Mie Pangsit Goreng Siang Kie dan sebagai penutup, Lunpia Goreng Gg Lombok :-)

Tahu Pong di Jl Gajahmada, dekat perempatan Depok. Tahu pong itu semacam tahu kosong yang digoreng, bisa ditambahkan Gimbal Udang dan Telur; disajikan dengan kuah petis dan bawang dan acar lobak. Ada pula tahu kopyok, yaitu tahu mentah yang dihancurkan dan dicampur dengan telur; lalu digoreng.

Ngoyang, Keekian, Babi Panggang di Jl Moh Suyudi (warning: tidak halal). Ada lidah, kuping, usus, daging, jerohan, dll. Acar lobak merupakan asesoris pendamping yang wajib sifatnya. Sekarang mereka juga punya menu tambahan yaitu Baikut Sayur Asin. Masakan serupa juga bisa Anda beli di Pasar Johar dekat gedung bekas Matahari; mereka juga menyediakan ayam goreng tepung yang sangat crisp.

Es Dawet Kampung Kali, depan sekolah Theresiana. Es dawetnya cukup istimewa dan Anda bisa menikmati betapa teduhnya daerah itu dengan begitu banyak pohon rindang. Bila pas musim, Anda pun bisa memesan durian dicampur di es dawetnya.

Es Kelapa Muda Kartika, terletak di MT Haryono sangat dekat dengan pertigaan Jl Petolongan. Kelapa mudanya sungguh berkualitas tinggi, disajikan dalam gelas besar dengan sirup Kartika. Anda pun bisa makan pisang goreng (ini sangat recommended), bakmi/bihun goreng dalam daun pisang, lunpia goreng, dll. Ada pula variasi Blewah (kalau pas musim).

Bila tidak enggan untuk pergi rada jauh, bisa ke Ungaran (kira-kira 30-40 menit dari Simpanglima) dengan menu:

* Sate sapi Pak Kempleng, ada begitu banyak warung yang menggunakan nama ini (mungkin saudara-saudaranya, baik dekat maupun jauh ), tapi saya pribadi cukup cocok dengan yang di Jl Diponegoro Ungaran sebelah kiri kalau dari Semarang, dekat RM Aneka Sari.
* Soto sapi Pak Keri, jangan khawatir, mangkoknya begitu kecil sehingga Anda bisa mencicipinya dengan masakan Pak Kempleng :-)
* Kepiting di dekat Polres Ungaran, ada kepiting taoco maupun goreng mentega. Hati-hati, pada hari Minggu/besar cenderung sangat ramai sehingga sangat disarankan untuk melakukan pemesanan lewat telpon dulu setidaknya 1 jam sebelumnya

Karena sudah di Ungaran, ada baiknya mampir ke Bandungan yang merupakan tempat tetirah (semacam Puncak gitu lah), tidak jauh dari Ungaran (kurang dari 30 menit); anak-anak bisa naik kuda berkeliling, ibu-ibu bisa belanja sayur-mayur dan buah-buahan di pasar, dan wisatawan kuliner bisa makan:

* Bakso Pojok Bandungan, terletak di dalam pasar dan paling pojok
* Tahu Campur, semacam tahu dengan bakwan, disajikan dengan irisan kol dan sambal kacang. Klo bisa, minta mereka gorengkan tahu/bakwan yang baru, sehingga crispy. Klo suka, juga bisa pesan irisan kol yang digoreng.
* Wedang Ronde disamping Tahu Campur. Perlu diperhatikan, kita tidak bisa meminta Wedang Ronde diantar ke Bakso Pojok Bandungan karena ada perselisihan paham antar kedua pemiliknya
* Tahu Goreng dan Susu Kedelai di pabriknya langsung, lokasinya didekat jual tanaman bunga-bunga

Makan malam:

Nasi Ayam Bu Wido di Jl Kemuning, dekat kantor polisi. Wah ini benar-benar nasi ayam kegemaran saya, kuah opor yang begitu pas di lidah, sambal goreng jipang yang asyik punya, dan aksesoris-nya begitu lengkap (sate saren, ati-rempela, usus, dll).

Nasi Gandul Pak Memet di Jl Dr Cipto, lebih dekat dari arah Citarum. Kuahnya enak dan gurih. Disana Anda bisa pesan tambahan lauk seperti daging, koyor, telur, dll.

Lesehan Baron di daerah Puri Anjasmoro, dengan masakan khas bandeng keropoknya. Bandeng keropok adalah bandeng yang disayat berdekatan dan digoreng kering sehingga durinya lepas saat digoreng; lalu diguyur dengan sambal kecap dengan jeruk nipis. Secara pribadi, saya lebih menyukai sambal keropok dipisah dari bandeng gorengnya. BTW, di sana Anda juga bisa mencicipi Royal Pohong – makanan dari singkong yang diolah dengan citarasa modern.

Lesehan bandeng juga bisa Anda dapatkan di RM Kampung Laut dekat PRPP (Puri Anjasmoro). Masakan sih hampir serupa dengan yang diatas, tapi dengan view yang lumayan indah dan romantis. Jangan lupa untuk naik perahu yah, IIRC 5 ribu untuk tiap orang, minimal 3 orang sekali jalan. Anda bisa melihat sesekali ikan bandeng berloncatan masuk ke perahu, wah asyik banget.

RM Alam Indah di Gombel, masakannya sih lumayan saja tapi view-nya yang asyik.. bisa melihat Semarang dari atas, paling asyik dikunjungi kalau malam hari karena bisa melihat lampu-lampu yang begitu indah. Kalau pas ada event tertentu, dia kasih atraksi pesta kembang api.

Sate Kambing Pak Rony, di daerah Pecinan kira-kira seberangnya Gg Baru. Tapi ini makan di kursi pinggir jalan, sambil melihat-lihat sekian banyak orang makan-makan didaerah sana. Di daerah Pecinan, ada banyak makanan lain sebenarnya, Sate Sapi (lupa namanya, tapi cukup enak), Es Marem (ini es campur, dengan tape kering dll), Sate Babi (maaf, tidak halal) dengan bakut sayur asin yang begitu yummy, Mie Jowo (lupa namanya), Mie Pak Min (maaf tidak halal, ini mie dengan daging titee, bakso, dan pangsit basah/goreng dan porsinya kecil), dll

Sate Kambing 29 juga banyak menjadi rujukan para pecinta masakan daging kambing. Lokasi aslinya di dekat Gereja Blenduk, namun ada cabang di Jl Teuku Umar (dekat jalan tol Jatingaleh). Dagingnya empuk banget, ditemani kuah tongseng yang nikmat dan rempah-rempah yang beraroma sedap.

Mie Titee Gajahmada yang terletak persis di sebelah Tahu Pong Gajahmada. Disini Anda dapat menjumpai rebusan mie/bihun dengan sayur bayam, diberi daging babi (juga kulit babi, bila berminat) dan udang. Kuahnya kecoklatan dengan bawang putih yang sangat generous. Sungguh nikmat bila diberi merica banyak-banyak (tentu saja bagi yang suka merica).

Tahu Pong di Jl Karangsaru (lebih dekat dengan Jl MT Haryono). Sebenarnya tahu pong ya mirip-mirip gitulah, tapi di sini kuah petis+bawang putihnya lebih terasa nikmat dan pas di lidah; penjualnya pun grapyak (baca: ramah) menyapa setiap pengunjung tanpa terkecuali.

Aneka bubur di Jagalan; hanya bisa dibungkus lho. Anda bisa mencicipi bubur delima, candil, sumsum, jewawut (?), dll. Dia juga jual Lontong Opor yang rasanya sungguh mama-mia :-) Hati-hati sangat pedas lho sambal gorengnya.

Kue Bandung Jagalan, ini porsinya besar dan takaran coklat/keju-nya sangat banyak. Bisa juga coba Kue Bandung Thien-Thien Lay di Moh Suyudi (sekarang ini adonan Kue Bandung ditaburi sedikit gula pasir saat dipanggang, sehingga terasa lebih gurih dan enak), juga Kue Pukisnya enak sekali…

Aneka wedang di Istana Wedang, Jl Pemuda disamping hotel Novotel. Ada wedang ronde yang menghangatkan, wedang kacang hijau/kacang tanah, dll. Makanan pun cukup enak, ada galantine, lontong opor capgomeh, dll.

Es krim di Lind’s Cafe di Pondok Indrapasta. Tempatnya cukup romantis di taman, dengan banyak lampu. Es krimnya cukup enak. Anda juga bisa pesan kroket, kentang, dll yang memang enak dan layak dicoba.

Bubur Sukabumi Depok. Well, jauh-jauh ke Semarang koq makan masakan Sukabumi sih ?? Soalnya dengan segitu banyak makanan gorengan tentu membuat tenggorokan menjadi panas. Bubur Sukabumi disajikan dengan potongan ayam tim, saren, tahu kuning, sayur asin, dan timun. Wah enak bener.

Swieke juga merupakan makanan yang banyak ditemui di Semarang. Saya punya beberapa alternatif swieke yang lumayan (soalnya Swieke Gris sudah tutup sih :-( ), yaitu:

* Swieke Untung di Jl Moh Suyudi. Disini swieke gorengnya lumayan (but frankly I still misses Swieke Gris), kita juga diperbolehkan meminta kuah kosong (ini istilah kalo kita cuman minta kuah taoco tanpa daging swieke, gratis koq)..
* Swieke Marin (di dekat toserba kecil Marin, di Puri Anjasmoro).. Yang asyik, disini punya menu andalan Tahu Gimbal yang sangat yummy dan bersih; digoreng panas-panas dan dibubuhi bumbu kacang yang cukup kental. Terus terang, saya malah lebih senang tahu gimbalnya, ketimbang swieke-nya :-)

Oh ya, mengenai nasi pecel, ada beberapa tempat favorit:

* Yu Surip, di Jl MT Haryono dekat radio Gajahmada FM. Bukanya sore hari, tapi saya ingatkan, harus sabar antri yah.. luar biasa panjang, sayangnya ndak bisa ambil nomor dulu :-( Bisa minta dibubuhi bakmi goreng atau gudangan, ada aksesoris bantal (martabak goreng), sate keong, sate telur puyuh, babat/iso/daging, telur dll. Warning: nasinya cukup banyak, jadi ada baiknya pesan separo dulu untuk lihat situasi perut :-)
* Gandhekan. Kalo siang, buka di MT Haryono, tepatnya di Kp Gandhekan. Makannya pakai dingklik kecil, it’s been a long time for me not going there, jadi susah ngomong. Tapi klo malam, buka di Jl Pahlawan (dekat Simpanglima, persisnya diseberang Mal Robinson Ramayana). Antrinya juga harus sabar, aksesorisnya juga lengkap seperti Yu Surip, tapi disini tidak ada bakmie goreng nor gudangan. Update: Pecel Gandhekan akhirnya buka malam hari di Jl Gajahmada dekat traffic lightPemuda; lengkap dengan mie goreng dan aksesorisnya.

Untuk Mie Jowo, ada beberapa alternatif:

* Bung Jhon di belakang GIA Pringgading
* Pak Har di belakang GIA Pringgading
* Pak Gareng, di daerah Wotgandul

Mie Jowo itu ya sebenarnya masakan bakmie/bihun biasa, yang dimasak dengan banyak kecap sehingga menandakan ciri lidah Jawa Tengah yang suka manis itu yah.. diberi keekian, suwiran ayam, sawi dan tomat. Yang asyik adalah sate-nya, ada sate daging, ati-rempela, saren, dll. Saya pribadi lebih suka Pak Har karena masakannya lebih manis dan sate-nya terasa lebih enak (mungkin karena membakarnya sampai agak garing yah).

Untuk Sate Ayam, ada tempat yang perlu dikunjungi.. yaitu di Jl Gajahmada, tepatnya diseberang Hotel Quirin (aka Hotel Queen). Disini ada sederet penjual sate, saya sukanya yang diseberang Toko Roti Sari Manis, sorry banget saat ini blank, lupa nama penjualnya siapa :-( Hati-hati, usahakan untuk membawa uang receh karena banyak pengamen disana.

Nah, di dekatnya ada penjual Pisang Plenet yaitu pisang yang dibakar diatas arang, lalu di-plenet (baca: dipencet-pencet), lalu dibubuhi selai dan gula halus. Huenak tenan…

Warning: the list will be continued… Jaga air liur Anda agar tidak menetes :-D

Icip-icip Makanan Oriental di "Gebyar Kuliner" Kota Tua, Yuk!


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Gebyar kuliner makanan oriental digelar Sabtu, (7/8) hingga Ahad (8/8) di halaman museum Fatahillah, Kota Tua, Jakarta Barat. Akan ada 16 stand makanan dengan berbagai variasi makanan. Besok, acara dimulai pada pukul 11.00-22.00 dan pada Ahad dimulai sejak pukul 06.30-22.00. * sumber (rwww.republika.co.id)

Gebyar kuliner makanan oriental tak hanya menyuguhkan makanan, tetapi atraksi budaya oriental. Acara ini akan menghadirkan hiburan antara lain barongsai, yoyo cina, mahyong, musik tradisional oriental, hingga hiburan artis-artis yang menyanyikan lagu cina, hingga kehadiran koki handal.

Ketua panitia pelaksana, Desfrandri, mengatakan makanan yang ada di sana, dijamin kehalalannya. “Semua orang bisa datang dan menikmati makanan yang ada tanpa dikenai biaya masuk,” katanya pada Jumat, (6/8).

Ia mengatakan selama ini gebyar kuliner selalu bercita rasa tradisional. Padahal, masyarakat Indonesia juga sudah banyak yang menyukai kuliner luar, terutama kuliner oriental. “Kita ingin membuat sesuatu yang berbeda,” katanya.

Acara ini merupakan kali pertama digelar. Desfransi menginginkan agar sekat antar pribumi dan etnis tertentu yang ada menjadi lebih cair. “Targetnya memang membangun kebersamaan pribumi dan etnis,” ujarnya.

Dengan digelarnya acara ini, diharapkan jumlah pengunjung yang menghadiri bisa berlimpah ruah. "Kalau targetnya sih kalau bisa sebanyak-banyaknya. Tapi kita berharap, pengunjungnya per hari bisa 1500 orang," katanya.

Ia mengatakan ingin gebyar makanan oriental ini seperti layaknya food court yang ada di Hongkong atau Shanghai. “Jadi, orang Jakarta tak perlu jauh-jauh ke sana, di Kota Tua pun ada gelar makanan seperti itu,” ujarnya. Apalagi, ada pula diskon mulai dari 20 persen hingga 50 persen.

Kawasan museum Fatahillah dipilih karena dianggap sesuai sebagai tempat pertemuan dua budaya yang sudah berjalan beriringan. “Kita juga ingin melestarikan kota tua,” katanya. Menurut Desfrandri, cerita tentang sejarah juga menarik untuk disuguhkan dengan cara yang menarik. Apalagi, di dekat Kota Tua, terdapat sentra perdagangan Jakarta Barat yang banyak digeluti oleh etnis cina.